Sisi timur alam kini teleh terang
Pertanda putaran waktu akan segera menyebrang
Jalan antara malam dan siangpun datang
Di saat itu aku yang jalang bermenung tenang
Tepat dikala waktu saat semangat manusia menggarang dengan liarnya
Tapi aku dimasa ini yaitu saat ini
Saat aku membuka kembali mataku yang terpejam
Saat sang mentari terbit memandang bumi
Bagai sebuah cinta yang kian terasa hangatnya
Cinta layaknya kau sianar mentari
Indah merona dalan jazirah hati yang damai
Selayaknya cinta bagai sinar dari mentari
Tak akan tertukar antara siang dan malamnya
Seperti cinta dan tidaknya sang lelaki jalang ini
Semuanya berawal saat peri embun membasahi tanah cinta itu
Ia belai dengan sifat biasanya
Kuyakin dia tak akan sadar membuat aku terjaga
Tapi aku sangat sadar dengan keberadaan cintaku itu
Kau dewiku, sang peri cintaku yang bersemayam dalam kerinduan
Yang membangunkan hati dari tidur panjang kepedihan
Ketandusan atas taman-taman cinta yang tak pernah lagi berbunga
Tapi kau bisa, Kau tata kembali seperti layaknya syurga
Di dalam taman-taman indah kasih yang kutemukan hanya bersamamu dirimu seorang

